Pages

Wednesday, 26 May 2010

sama tapi xserupa..(penerangan tentang perihal sanggul arab)






..::DEBUNGA PUTEH::..
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
bismillahirrohman~nirrohim~~


“ akan muncul dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka( isteri mereka atau anak perempuan), berpakaian tetapi seperti bertelanjang ( nipis&ketat). Di atas kepala mereka pula(wanita) terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol unta yang lemah gemalai. Oleh itu laknatlah mereka semua. Sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat”-
hadith riwayat Ahmad, jil.2, ms. 223.

















setelah habis membacanya ana sedar sebenarnya ramai muslimah yang melakukan hal yang sama walaupun tak serupa..ana membaca komen tentang notes itu,jawapan para muslimah..

"mujur i xteringin nak pkai sanngul arab tuh,xpe la,i ikat tocang je le,nampak cam sanggul jugak.."

permasalahannya,muslimah hanya menganggap 'sanggul arab' itu shj yang haram...sanggul itu tidak haram,jika ia d pakai di tempat yang aman iaitu d rumah,d hadapan suami sahaja...
haramnya ia apabila muslimah menggayakannya d hadapan khalayak ramai..


Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :

نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …

“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?


muslimah sekalian..ketahuilah
Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh
Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.

Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …

“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas.
Sumber : Liqo’ Bab al-Maftuh kaset no. 161

Jadi, jika seorang muslimah tidak mengulurkan kerudungnya ke dada, tapi malah mengikatnya ke belakang (mengelilingi leher) atau memasukkannya ke dalam baju, berarti dia meninggalkan kewajiban dan berdosa. Meskipun dada mereka sudah tertutup oleh kain dari baju..


Oleh : asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahulloh

''Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya seandainya mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.

Sumber : Silsilatul Huda wan Nur
diterjemahkan dari :
http://www.baiyt-essalafyat.com/vb/s...ad.php?t=10647

sekarang adakah kamu faham apa yang ana cuba sampaikan???
ana ringkaskan d sini,jika kamu berambut panjang,lepaskanlah rambutmu itu apabila memakai tudung/jibab..ikatlah serendah mungkin sehingga tiada benjolan yang timbul apabila bertudung..
andai benjolan itu timbul,itulah yang menjadi haram seperti hadis di atas tadi..
maafkan ana andai tersilap kata dan bahasa,tegurlah jika ada salah dan silap..
wallaua'alam..





“Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya.” (QS Ali ‘Imran [3] : 187).

Ya Allah, kami sudah menyampaikan, saksikanlah !

srikandi..
mutah,jordan..


No comments:

Post a Comment